Pemerintah Venezuela melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa bumi kembar yang mengguncang negara itu pada 24 Juni 2026 terus meningkat. Hingga awal Agustus, total korban tewas tercatat mencapai 6.125 orang, sementara puluhan ribu warga lainnya masih menjalani perawatan akibat dampak bencana tersebut.
Perkembangan terbaru itu disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, yang menyebut proses penanganan darurat dan pemulihan masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak. Pemerintah terus memperbarui data korban seiring berjalannya operasi pencarian dan identifikasi.
Menurut Rodriguez, fasilitas kesehatan di Venezuela telah menangani 60.992 pasien sejak gempa terjadi. Ribuan korban mengalami berbagai jenis cedera dan membutuhkan layanan medis selama masa tanggap darurat.
Selain fokus pada penanganan korban, pemerintah juga mempercepat proses pembersihan wilayah yang dipenuhi puing bangunan. Hingga saat ini, sekitar 346.755 ton material runtuhan berhasil dievakuasi dari lokasi terdampak. Jumlah tersebut setara dengan 16,51 persen dari total puing yang diperkirakan harus dibersihkan.
Gempa yang melanda Venezuela pada akhir Juni lalu tergolong sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah negara tersebut. Saat itu, dua gempa kuat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik, memicu kerusakan luas pada infrastruktur, permukiman, serta fasilitas publik di sejumlah wilayah.
Besarnya dampak bencana mendorong pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional. Keputusan itu diambil untuk mempercepat mobilisasi sumber daya, memperluas operasi penyelamatan, dan mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Komunitas internasional juga memberikan dukungan dalam proses penanganan bencana. Sejumlah negara mengirimkan tim penyelamat, tenaga medis, serta bantuan kemanusiaan guna membantu pemerintah Venezuela menghadapi situasi darurat.
Data terbaru menunjukkan operasi penanggulangan melibatkan 30.989 personel layanan darurat, 31.745 relawan, serta 2.278 anggota tim penyelamat internasional yang berasal dari berbagai negara.
Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mempercepat evakuasi puing, memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, serta mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.
Dengan masih berlangsungnya proses pencarian dan rehabilitasi, jumlah korban maupun data kerusakan diperkirakan masih dapat berubah seiring perkembangan operasi di lapangan.
Reporter media online yang aktif meliput berita nasional, politik, dan perkembangan ekonomi.
