Pezeshkian: Iran Tetap Pilih Dialog, Namun Tak Akan Menyerah pada Tekanan

Pezeshkian Iran Tetap Pilih Dialog, Namun Tak Akan Menyerah pada Tekanan - JetengBerita.com

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tetap mengedepankan jalur diplomasi untuk melindungi kepentingan nasional, tetapi menolak segala bentuk tekanan yang mengarah pada penyerahan diri. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketidakpastian masa depan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Dalam wawancara yang dipublikasikan melalui situs resmi Kepresidenan Iran pada Jumat, Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintahnya masih berkomitmen terhadap proses dialog selama seluruh pihak menjalankan kewajiban yang telah disepakati.

Ia juga mempertahankan keputusan Teheran untuk membuka perundingan dengan Washington dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penghentian konflik. Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk menjaga hak-hak Iran sekaligus mengurangi ketegangan yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Pezeshkian menekankan bahwa komitmen Iran terhadap kesepakatan bersifat timbal balik. Apabila Amerika Serikat memenuhi seluruh kewajibannya sebagaimana tercantum dalam MoU, Iran akan tetap menjalankan komitmennya. Namun, ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan merasa terikat apabila pihak lain gagal memenuhi isi perjanjian tersebut.

Pernyataan itu muncul ketika hubungan kedua negara kembali menghadapi tantangan akibat meningkatnya ketegangan politik dan keamanan. Situasi tersebut menimbulkan keraguan terhadap kelanjutan proses negosiasi yang sebelumnya diharapkan menghasilkan kesepakatan lebih komprehensif.

Sebelumnya pada pekan yang sama, Pezeshkian juga membantah berbagai spekulasi mengenai kemungkinan dirinya mengundurkan diri dari jabatan presiden. Ia memastikan akan tetap menjalankan tugas pemerintahan secara penuh dan melanjutkan kepemimpinannya.

Isu tersebut mencuat bersamaan dengan laporan mengenai dugaan perbedaan pandangan di internal kepemimpinan Iran terkait implementasi nota kesepahaman dengan Amerika Serikat.

Pada Juni lalu, Iran dan AS menandatangani sebuah MoU yang membuka jalan bagi perundingan lanjutan selama 60 hari untuk merumuskan kesepakatan final. Namun, memburuknya hubungan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir membuat masa depan dialog tersebut kembali dipertanyakan.

Meski demikian, pernyataan terbaru Pezeshkian menunjukkan bahwa Iran masih membuka ruang diplomasi, sembari menegaskan bahwa setiap proses negosiasi harus berlangsung atas dasar penghormatan terhadap komitmen dan kepentingan kedua belah pihak.

Website |  + posts

Jurnalis digital yang fokus pada berita regional, perkembangan sosial, dan isu masyarakat di Indonesia.