Pemerintah resmi meluncurkan Buku Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia 2026–2030 sebagai panduan pembangunan ekosistem digital nasional untuk lima tahun ke depan. Dalam peluncuran yang digelar Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Rabu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital kini harus berorientasi pada peningkatan produktivitas ekonomi, penguatan sumber daya manusia, serta perlindungan kedaulatan digital Indonesia.
Menurut Meutya, strategi transformasi digital nasional telah memasuki tahap baru. Fokus pembangunan tidak lagi hanya memperluas akses jaringan, tetapi memastikan konektivitas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur digital harus berlandaskan tiga prinsip utama, yakni tumbuh, terhubung, dan terjaga. Dengan pendekatan tersebut, setiap investasi pada sektor digital diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing nasional.
Meutya menilai indikator pembangunan digital tidak cukup hanya diukur dari jumlah menara BTS, satelit, kabel bawah laut, maupun pusat data. Pemerintah juga perlu membangun ekosistem pendukung yang mencakup layanan cloud, edge computing, kapasitas komputasi, regulasi, hingga tata kelola yang saling terintegrasi dalam satu arsitektur nasional.
Ia menambahkan, arah kebijakan kini bergeser dari sekadar memperluas cakupan jaringan menuju konsep meaningful connectivity, yakni konektivitas yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses terhadap layanan digital, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah terus memperluas layanan mobile broadband dan fixed broadband melalui pembangunan jaringan serat optik serta program Kampung Internet. Di sisi lain, penguatan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dengan konsep multiple international gateway juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan infrastruktur digital nasional.
Selain pembangunan jaringan, aspek keamanan menjadi perhatian utama pemerintah. Meutya menegaskan transformasi digital harus berlangsung dalam ekosistem yang aman dan tepercaya agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi tanpa mengorbankan perlindungan data maupun kedaulatan digital Indonesia.
Peluncuran Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia 2026–2030 menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun fondasi ekosistem digital yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan sebagai salah satu penopang visi Indonesia Emas 2045. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwono Atmosutarno serta Rektor Telkom University, Suyanto.
