BPJS Kesehatan menyambut tambahan dana Rp20 triliun untuk Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan. Tambahan tersebut diharapkan membantu mengatasi kesenjangan arus kas yang saat ini mencapai sekitar Rp14 triliun akibat perbedaan antara penerimaan iuran dan biaya manfaat layanan kesehatan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan hingga September 2026, penerimaan iuran tercatat sekitar Rp118 triliun. Sementara itu, pembayaran manfaat kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai sekitar Rp132 triliun.
Menurut Rizzky, selisih tersebut salah satunya dipicu meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta. Pembiayaan penyakit berbiaya tinggi atau katastropik, seperti penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal, turut memberikan tekanan terhadap pengeluaran DJS Kesehatan.
“Keberlanjutan Program JKN tidak hanya bergantung pada tambahan pendanaan,” kata Rizzky di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan, sekitar 52 juta peserta saat ini belum aktif membayar iuran. Peningkatan kepatuhan pembayaran dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembiayaan program JKN. Kondisi tersebut berlangsung ketika besaran iuran disebut belum mengalami penyesuaian selama sekitar enam tahun, sedangkan inflasi medis dan biaya pelayanan kesehatan terus meningkat.
BPJS Kesehatan menyatakan tambahan anggaran akan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mekanisme pencairan dan pertanggungjawaban. Pengelolaan dana juga akan dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kehati-hatian.
Selain mengandalkan dukungan pendanaan, BPJS Kesehatan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keberlanjutan program. Upaya tersebut mencakup peningkatan keaktifan peserta, pengendalian biaya, pencegahan fraud, serta pembaruan sistem pembayaran dan pelayanan kesehatan.
BPJS Kesehatan juga mendorong penguatan program promotif dan preventif bersama fasilitas kesehatan serta pemangku kepentingan. Ke depan, pendekatan pelayanan diarahkan dari berbasis volume menuju value based healthcare, dengan penekanan pada kualitas hasil layanan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pelayanan lebih efektif dan efisien sekaligus meningkatkan hasil kesehatan yang diterima peserta JKN.
Menulis tentang teknologi, bisnis, dan tren digital dengan gaya informasi yang mudah dipahami pembaca.
