Polisi Ungkap Peran Dua Tersangka Jaringan Sabu Thailand-Aceh, Bertugas Jemput Barang hingga Kendalikan Distribusi

_Polisi Ungkap Peran Dua Tersangka Jaringan Sabu Thailand-Aceh, Bertugas Jemput Barang hingga Kendalikan Distribusi - JatengBerita.com

Bareskrim Polri mengungkap peran dua tersangka dalam kasus penyelundupan 325 kilogram sabu yang berasal dari jaringan narkotika internasional Thailand–Indonesia. Kedua tersangka memiliki tugas berbeda dalam rantai distribusi, yakni sebagai penjemput barang di laut dan pengendali operasional di darat. Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan terhadap sindikat lintas negara yang memanfaatkan wilayah Aceh sebagai pintu masuk narkotika ke Indonesia.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menjelaskan tersangka Jufri berperan sebagai tekong atau pengemudi kapal yang bertugas menjemput sabu dari jaringan pemasok di perairan. Sementara itu, tersangka Zulfahmi diduga bertindak sebagai pengendali di darat yang mengatur proses penerimaan, penyimpanan, hingga distribusi narkotika setelah barang berhasil dibawa masuk ke wilayah Indonesia.

Menurut penyidik, modus penyelundupan dilakukan dengan memanfaatkan jalur laut yang menghubungkan Thailand dan pesisir Aceh. Setelah transaksi dilakukan di tengah laut, sabu dibawa menggunakan kapal menuju daratan sebelum didistribusikan ke berbagai daerah melalui jaringan yang telah disiapkan. Polri menduga kedua tersangka merupakan bagian dari organisasi yang memiliki pembagian tugas secara terstruktur sehingga proses penyelundupan dapat berlangsung dengan rapi dan sulit terdeteksi.

Barang bukti sabu seberat 325 kilogram berhasil diamankan dalam operasi tersebut. Polisi juga masih memburu sejumlah pelaku lain yang diduga terlibat sebagai pemasok, kurir, maupun penerima barang di berbagai wilayah. Penyidik terus menelusuri aliran komunikasi dan jaringan keuangan untuk mengungkap aktor utama yang mengendalikan penyelundupan narkotika lintas negara tersebut.

Bareskrim menegaskan pemberantasan jaringan narkoba internasional menjadi salah satu prioritas penegakan hukum karena Indonesia masih menjadi sasaran utama peredaran narkotika. Aparat akan terus memperkuat kerja sama dengan instansi dalam dan luar negeri guna memutus jalur penyelundupan, khususnya melalui perairan yang kerap dimanfaatkan sindikat internasional.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas yang berkaitan dengan penyelundupan narkotika. Dukungan masyarakat dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak sindikat sekaligus mencegah peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda dan mengancam keamanan nasional.

Website |  + posts