Tim hoki lapangan putra Indonesia menutup fase grup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan kekalahan 3-4 dari Sri Lanka di Gifu Prefectural Green Stadium, Jepang, Senin. Hasil tersebut membuat Indonesia tidak mengoleksi poin dan berada di posisi keenam atau terakhir Pool A.
Pertandingan berlangsung ketat hingga kuarter keempat. Indonesia bahkan sempat membalikkan keadaan menjadi 3-2, tetapi Sri Lanka mampu mencetak dua gol pada menit-menit akhir dan mengamankan kemenangan pertamanya di fase grup.
Sri Lanka lebih dahulu membuka skor melalui eksekusi penalty corner Daammika Ranasingha pada menit ke-11. Indonesia merespons sembilan menit kemudian lewat Muhamad Fadli yang mencetak gol dari situasi penalty corner untuk menyamakan kedudukan.
Keunggulan kembali menjadi milik Sri Lanka pada menit ke-23. Sanbaruwan Batuvita mencatatkan field goal sehingga Indonesia harus mengakhiri paruh pertama dalam posisi tertinggal 1-2.
Memasuki kuarter berikutnya, Indonesia meningkatkan tekanan. Alfandy Prastyo menyamakan kedudukan melalui field goal pada menit ke-44. Enam menit berselang, pemain bernomor punggung 15 itu kembali mencetak gol, kali ini melalui penalty corner, yang membawa Indonesia unggul 3-2.
Sri Lanka hanya membutuhkan waktu satu menit untuk merespons. Udayashan Fernando membuat skor kembali imbang 3-3 pada menit ke-51 lewat field goal.
Drama berlanjut hingga penghujung pertandingan. Dua menit sebelum laga selesai, Sanda Sudusinghe memanfaatkan penalty corner untuk mencetak gol keempat Sri Lanka sekaligus memastikan kemenangan 4-3.
Kekalahan tersebut melengkapi catatan Indonesia di Pool A. Sebelumnya, tim Merah Putih takluk dari India 1-13, Korea Selatan 0-5, Jepang 1-12, dan Bangladesh 1-3.
Sri Lanka finis satu posisi di atas Indonesia setelah meraih kemenangan pertamanya dalam fase grup. Sementara itu, Indonesia masih memiliki pertandingan klasifikasi untuk menentukan peringkat akhir cabang hoki lapangan putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Reporter media online yang aktif meliput berita nasional, politik, dan perkembangan ekonomi.
