Presiden Prabowo Subianto kembali mempertanyakan kondisi perekonomian Indonesia yang dinilainya menyimpan paradoks. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir relatif stabil di kisaran 5 persen per tahun, namun di sisi lain jumlah penduduk miskin dan penyusutan kelas menengah justru menjadi perhatian pemerintah. Dalam forum Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Jawa Timur, Prabowo menyebut fenomena tersebut sebagai sesuatu yang tidak lazim dan harus dijelaskan secara ilmiah.
Menurut Prabowo, apabila ekonomi bertumbuh rata-rata 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut, maka secara teoritis kesejahteraan masyarakat seharusnya ikut meningkat. Namun data yang diterimanya menunjukkan masih terdapat peningkatan jumlah masyarakat miskin dan penurunan kelompok kelas menengah. Kondisi itu membuat pemerintah mempertanyakan apakah manfaat pertumbuhan ekonomi selama ini benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak selalu otomatis meningkatkan daya beli apabila laju kenaikan harga lebih cepat dibanding peningkatan pendapatan masyarakat. Situasi tersebut dapat menyebabkan tekanan terhadap kelompok berpendapatan rendah maupun kelas menengah. Berdasarkan kajian pemerintah, inflasi dan kenaikan biaya hidup menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menilai fenomena tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari angka produk domestik bruto (PDB), tetapi juga harus tercermin pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mengkaji berbagai kebijakan yang bertujuan memperluas pemerataan manfaat pembangunan.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah juga menyoroti pentingnya memperkuat daya beli masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan pengendalian harga kebutuhan pokok. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, melainkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, pemerintah berupaya memperbaiki tata kelola ekonomi dan sumber daya nasional agar hasil pembangunan dapat lebih banyak dinikmati masyarakat. Berbagai program strategis yang dijalankan saat ini diarahkan untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan adalah menghadirkan kemakmuran yang merata. Karena itu, pemerintah akan terus mengevaluasi berbagai kebijakan ekonomi agar pertumbuhan yang tercipta benar-benar berdampak pada penurunan kemiskinan dan penguatan kelas menengah sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
