Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan pengujian kualitas minyak yang dihasilkan dari sumur masyarakat di wilayah kewenangan Aceh. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik teknis sekaligus menentukan nilai ekonomi minyak sebelum memasuki proses komersialisasi.
Kepala BPMA Mawardi Nur mengatakan pengambilan sampel telah dilakukan dari sejumlah sumur minyak masyarakat yang berada di Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Sampel juga diambil dari wilayah Pangkalan Susu untuk kemudian menjalani analisis crude assay secara komprehensif di laboratorium Lemigas.
Analisis tersebut mencakup sejumlah parameter penting yang menggambarkan karakteristik dan kualitas minyak mentah. Beberapa parameter yang diperiksa antara lain API gravity, kandungan sulfur, true boiling point (TBP) distillation, reid vapor pressure (RVP), serta tingkat viskositas.
Pengujian juga mencakup basic sediment and water (BS&W) dan profil hidrokarbon. Data dari berbagai parameter tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kualitas minyak yang berasal dari sumur masyarakat.
Hasil analisis nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan nilai ekonomi minyak. Informasi mengenai karakteristik minyak diperlukan dalam proses pengajuan harga sebelum hasil produksi dari sumur masyarakat dapat dikomersialkan.
BPMA menekankan pentingnya memastikan sampel yang diuji memiliki keterwakilan terhadap kondisi minyak di lapangan. Karena itu, proses pengambilan dan verifikasi sampel dilakukan dengan memperhatikan integritas teknis agar hasil laboratorium dapat dipertanggungjawabkan.
Pengujian di Lemigas diharapkan menghasilkan data yang valid mengenai karakteristik minyak dari berbagai wilayah sumur masyarakat Aceh. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung proses penentuan harga dan tahapan komersialisasi.
Langkah kolaboratif antara BPMA, Lemigas, dan KKKS ini menjadi bagian dari upaya memperoleh dasar teknis yang lebih jelas dalam pengelolaan minyak hasil sumur masyarakat. Dengan adanya pengujian berdasarkan parameter laboratorium yang terukur, kualitas dan nilai ekonomi minyak dapat dinilai secara lebih objektif.
Fokus pada peliputan berita publik, komunitas lokal, dan perkembangan terkini di Jawa Tengah.
