Brimob Sumut Siapkan Dapur Lapangan untuk Korban Sinabung

Brimob Sumut Siapkan Dapur Lapangan untuk Korban Sinabung - JatengBerita.com

Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menyiapkan dapur lapangan untuk mendukung kebutuhan warga yang terdampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan kepolisian dalam memberikan bantuan cepat apabila kondisi di lapangan membutuhkan dukungan tambahan.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Pol M Rendra Salipu mengatakan lima kendaraan operasional telah dikerahkan menuju posko yang berada di SDN 040408 Sukandebi, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Kendaraan tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasional dapur lapangan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Menurut Rendra, seluruh sarana yang dibawa telah disiapkan agar dapat langsung digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung mengalami peningkatan dan pemerintah daerah telah mengambil langkah evakuasi terhadap sebagian warga.

Setiap kendaraan operasional yang dikerahkan memiliki fungsi masing-masing untuk menunjang pelayanan di lokasi. Persiapan peralatan dipimpin Kasubsi Bekum Logistik Satuan Brimob Polda Sumut Iptu Mulyadi sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan pendukung dapat segera dimobilisasi.

Rendra mengatakan keberadaan dapur lapangan merupakan bentuk kesiapan personel Brimob untuk merespons kondisi darurat. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat, fasilitas tersebut disiapkan agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan terkoordinasi apabila jumlah warga terdampak bertambah.

“Kehadiran dapur lapangan itu menjadi bagian dari kesiapan kami untuk bergerak cepat, memastikan dukungan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rendra.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan bersamaan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Karo yang telah mengevakuasi warga dari dua desa. Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, dan Desa Payung, Kecamatan Payung, dipindahkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya erupsi.

Evakuasi dilakukan setelah status Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga sejak Senin. Peningkatan status tersebut berkaitan dengan perubahan aktivitas vulkanik yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi dari pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah daerah mengambil langkah tersebut berdasarkan rekomendasi Badan Geologi. Perluasan zona bahaya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Dengan meningkatnya status aktivitas Gunung Sinabung, kesiapan logistik dan pelayanan bagi warga terdampak menjadi bagian penting dalam penanganan keadaan darurat. Dapur lapangan yang disiapkan Brimob diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung apabila masyarakat membutuhkan penyediaan makanan dalam situasi evakuasi.

Selain dukungan logistik, koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur terkait diperlukan untuk memastikan proses evakuasi serta pelayanan masyarakat berjalan lancar. Kesiapan kendaraan dan personel juga memungkinkan bantuan dimobilisasi dengan cepat sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Langkah Brimob Sumut tersebut menunjukkan upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi. Dengan fasilitas yang telah berada di sekitar lokasi posko, dukungan terhadap masyarakat dapat segera diberikan apabila situasi Gunung Sinabung mengalami perkembangan lebih lanjut.

Website |  + posts

Fokus pada peliputan berita publik, komunitas lokal, dan perkembangan terkini di Jawa Tengah.