Pemerintah memperkuat pemantauan stok dan distribusi jagung pakan untuk memastikan ketersediaan bahan baku industri pakan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat. Pengawasan dilakukan mulai dari sentra produksi hingga pengguna akhir.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda mengatakan pemerintah ingin memastikan pasokan jagung tersedia dengan distribusi yang lancar dan harga yang tetap wajar bagi peternak.
Pemantauan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Satgas Pangan Polri. Tim gabungan tersebut melakukan verifikasi terhadap kondisi stok dan distribusi jagung di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah menerima aspirasi dari peternak, khususnya peternak ayam petelur rakyat yang sangat bergantung pada jagung sebagai salah satu bahan utama pakan. Kenaikan harga jagung menjadi perhatian karena biaya pakan merupakan salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya produksi peternakan.
Menurut Agung, pemantauan akan diarahkan pada rantai pasok di wilayah sentra produksi dan industri pakan. Tim akan membandingkan data stok dengan kondisi fisik di lapangan serta melihat kelancaran distribusi jagung hingga mencapai peternak.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Gunawan mengatakan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), petugas informasi pasar, dan penyuluh menunjukkan ketersediaan jagung secara nasional masih berada dalam kondisi mencukupi.
Meski demikian, pemerintah tetap perlu memastikan stok tersebut dapat terdistribusi dengan baik. Pengawasan dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan hambatan yang dapat mengganggu pasokan ke pasar maupun pengguna akhir.
Sejumlah titik pengumpulan, gudang, dan silo pedagang menjadi bagian dari lokasi pemantauan. Pemeriksaan terutama dilakukan di sentra produksi jagung serta wilayah dengan populasi ternak dan kebutuhan pakan yang tinggi.
Dari pemantauan tersebut, pemerintah ingin memperoleh gambaran mengenai kondisi stok, jalur distribusi, serta perkembangan harga jagung di tingkat lapangan. Data tersebut kemudian dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian berikutnya.
Kementan menilai stabilitas jagung perlu dijaga dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pelaku dalam rantai pasok. Petani membutuhkan harga yang dapat memberikan insentif untuk mempertahankan produksi, sementara peternak membutuhkan harga bahan baku pakan yang mendukung keberlanjutan usaha.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan verifikasi langsung diperlukan untuk memastikan laporan mengenai stok sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Bapanas bersama tim gabungan akan memeriksa kesesuaian data stok dengan kondisi riil sekaligus memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan. Pemerintah juga ingin menjaga keseimbangan harga mulai dari tingkat produsen hingga pengguna akhir.
Kementan, Bapanas, Satgas Pangan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait selanjutnya akan terus memantau perkembangan stok, distribusi, dan harga jagung pakan. Hasil verifikasi lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan tindak lanjut secara terukur.
Jurnalis digital yang fokus pada berita regional, perkembangan sosial, dan isu masyarakat di Indonesia.
