Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan negaranya telah memiliki infrastruktur teknologi untuk mengembangkan rudal dengan jangkauan yang jauh lebih panjang. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Selasa.
Mohebbi mengatakan kemampuan teknologi tersebut sudah tersedia, tetapi keputusan politik di dalam negeri diperlukan sebelum Iran memproduksi rudal dengan jangkauan lebih jauh. Ia tidak menyebutkan secara rinci jenis rudal maupun jarak maksimum yang dapat dicapai.
Menurut Mohebbi, Iran akan memperkenalkan sistem persenjataan baru dalam setiap konfrontasi, termasuk senjata dengan peningkatan pada aspek jarak jangkau, akurasi, dan daya rusak. Ia juga menyebut medan perang sebagai salah satu tempat pengujian kemampuan persenjataan baru.
Dalam keterangannya, Mohebbi mengklaim Iran baru-baru ini menguji rudal baru terhadap kapal induk dan kapal perang milik Amerika Serikat. Ia menyatakan rudal tersebut mengenai kapal induk AS yang berada dalam jarak sekitar 500 kilometer.
Mohebbi mengatakan serangan itu tidak sampai melumpuhkan kapal induk, tetapi menimbulkan kerusakan pada kapal. Ia juga mengklaim terdapat korban akibat serangan tersebut, meskipun menurut keterangannya pihak Amerika Serikat tidak mengumumkan adanya korban.
Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak Iran dan tidak secara independen mengonfirmasi kerusakan maupun korban yang disebutkan. Laporan mengenai perkembangan kemampuan rudal Iran muncul ketika ketegangan militer antara Teheran dan Washington masih berlangsung.
Sebelumnya pada September, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan kepada televisi pemerintah IRIB TV bahwa Iran telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal induk AS dalam periode 48 jam sebelumnya. Menurut pernyataan tersebut, serangan itu dimaksudkan sebagai peringatan bahwa blokade laut dapat menghadapi serangan.
Pada saat yang sama, perkembangan militer tersebut berlangsung bersamaan dengan upaya diplomatik terkait konflik di kawasan. Reuters melaporkan pada 22 September bahwa Iran menyatakan siap membuka kembali Selat Hormuz apabila Amerika Serikat mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kemampuan rudal, keamanan jalur pelayaran, dan tekanan militer masih menjadi bagian penting dalam ketegangan Iran-Amerika Serikat. Pernyataan mengenai pengembangan rudal jarak lebih jauh juga menambah perhatian terhadap arah kemampuan militer Iran di tengah situasi regional yang belum stabil.
Jurnalis digital yang fokus pada berita regional, perkembangan sosial, dan isu masyarakat di Indonesia.
