Tim gabungan Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) melakukan pemeriksaan terhadap jenazah S alias Sutrimo setelah makamnya dibongkar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu. Proses tersebut melibatkan sejumlah ahli untuk mencari petunjuk ilmiah mengenai penyebab kematian.
Ketua PDFMI Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan pemeriksaan dilakukan lintas disiplin agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum. Tim yang diterjunkan tidak hanya terdiri atas dokter forensik dan medikolegal, tetapi juga melibatkan spesialis laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi.
Menurut Hastry, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi jenazah sekaligus lingkungan tempat pemakaman. Tim turut mendokumentasikan dan mengukur bagian-bagian makam serta memeriksa karakteristik tanah di lokasi.
Sampel tanah dari area pemakaman juga diambil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Langkah tersebut diperlukan untuk memperoleh data pendukung yang dapat membantu tim memahami kondisi di sekitar jenazah.
Hastry menegaskan belum ada kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo. Seluruh sampel yang diperoleh dari proses ekshumasi masih membutuhkan analisis sebelum hasil pemeriksaan dapat disampaikan.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran apakah kematian Sutrimo berkaitan dengan proses alamiah atau terdapat indikasi penyebab yang tidak alamiah.
Ekshumasi dilakukan berdasarkan permintaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Prosesnya melibatkan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas sebagai bagian dari upaya melengkapi bukti ilmiah dalam penyelidikan perkara.
Polda Metro Jaya memastikan pembongkaran makam berlangsung sesuai jadwal. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut Budi, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan teknis dari jajaran kepolisian di Jawa Tengah dan Banyumas. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi bagian dari bahan penyidik untuk mendalami perkara tersebut.
