Penyelidikan polisi mengungkap lubang yang menjadi lokasi seorang bocah berusia empat tahun terperosok hingga meninggal dunia di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, merupakan bagian dari proyek pembangunan lapangan futsal. Aparat masih menyelidiki penyebab pasti insiden sekaligus mengevaluasi aspek keselamatan di area proyek tersebut.
Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban bermain di sekitar lokasi proyek di Jalan Manggarai Utara II. Bocah tersebut terjatuh ke lubang sempit dengan kedalaman sekitar 3,7 meter dan sempat terjebak selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi. Meski proses penyelamatan melibatkan berbagai unsur, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Kapolsek Tebet menyatakan informasi awal yang diterima menunjukkan lokasi tersebut memang sedang dipersiapkan untuk pembangunan fasilitas olahraga berupa lapangan futsal. Namun, hingga kini polisi masih mendalami sejak kapan lubang itu dibuat, apakah telah memenuhi standar pengamanan proyek, serta ada atau tidaknya unsur kelalaian yang menyebabkan korban dapat mengakses area berbahaya tersebut.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, penyidik juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak pelaksana proyek dan warga sekitar. Pemeriksaan diarahkan untuk mengetahui prosedur pengamanan yang diterapkan selama pekerjaan berlangsung. Polisi belum menyimpulkan adanya unsur pidana dan menegaskan seluruh fakta masih dalam proses pendalaman.
Insiden tersebut memicu perhatian terhadap aspek keselamatan di lokasi proyek yang berada di tengah permukiman padat. Pengamanan area konstruksi, terutama lubang galian, dinilai penting untuk mencegah masyarakat, khususnya anak-anak, memasuki zona berbahaya. Aparat mengimbau kontraktor maupun pengelola proyek memastikan seluruh area kerja dilengkapi pembatas dan tanda peringatan yang memadai agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
