Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan sasaran jangka menengah yang ambisius dengan menargetkan jumlah perusahaan tercatat melampaui 1.100 emiten pada 2030. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pasar modal yang diumumkan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Selain meningkatkan jumlah emiten, BEI juga memasang target kapitalisasi pasar mencapai Rp30.000 triliun pada akhir dekade. Bursa turut menargetkan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp31 triliun, sekaligus memperluas basis investor pasar modal hingga mencapai 35 juta Single Investor Identification (SID). Seluruh sasaran tersebut disiapkan sebagai fondasi untuk memperkuat posisi pasar modal Indonesia di tingkat global.
Jeffrey menjelaskan, visi BEI tetap berfokus menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas berstandar internasional. Untuk mencapai target tersebut, direksi baru berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kepada perusahaan tercatat, memperluas akses investasi, serta memperkuat ekosistem pasar modal agar semakin menarik bagi investor domestik maupun asing.
Menurut BEI, peningkatan jumlah emiten akan memperbesar pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan nasional. Semakin banyak perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO, semakin besar pula peluang penghimpunan dana bagi dunia usaha untuk mendukung ekspansi bisnis dan penciptaan lapangan kerja. Di sisi lain, pertumbuhan investor diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham secara berkelanjutan.
Bursa juga memasang target rasio kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di atas 83 persen pada 2030. Dengan capaian tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperbaiki posisinya dalam peringkat bursa dunia. Saat ini, BEI berada di peringkat ke-19 berdasarkan kapitalisasi pasar dan peringkat ke-17 berdasarkan nilai transaksi harian. Melalui target-target baru tersebut, manajemen berharap pasar modal Indonesia dapat masuk ke jajaran 10 besar bursa dunia dalam beberapa tahun mendatang sekaligus memperkuat perannya sebagai sumber pembiayaan ekonomi nasional.
