Pemerintah dan Buddha Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang

Pemerintah dan Buddha Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang - JatengBerita.com

Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, dunia usaha, dan lembaga sosial guna mempercepat proses rehabilitasi serta pemulihan kehidupan warga.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi kontribusi Yayasan Buddha Tzu Chi bersama pengusaha Sugianto Kusuma (Aguan) yang turut mendukung pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana. Menurut Nusron, keterlibatan berbagai pihak menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Pemerintah Siapkan Lahan 10 Hektare

Nusron menjelaskan pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare sebagai lokasi pembangunan kawasan hunian tetap. Secara keseluruhan, kawasan tersebut direncanakan menampung 500 unit rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Dari jumlah tersebut, 108 unit rumah telah dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Sementara pembangunan unit lainnya akan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

ATR/BPN Percepat Proses Pertanahan

Kementerian ATR/BPN berkomitmen memastikan seluruh proses administrasi pertanahan berjalan cepat agar pembangunan hunian tetap tidak mengalami hambatan. Selain mendukung penyediaan lahan, kementerian juga akan memberikan kepastian hukum atas hak tanah masyarakat sehingga para penerima manfaat memperoleh rasa aman setelah menempati hunian baru.

Nusron menegaskan percepatan pembangunan Huntap merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, pemerintah berupaya mendampingi masyarakat sejak tahap penyediaan lahan, pembangunan rumah, hingga penyelesaian legalitas kepemilikan tanah.

Gotong Royong Jadi Kunci Pemulihan

Lebih lanjut, Nusron menilai keberhasilan rehabilitasi pascabencana tidak hanya bergantung pada kemampuan pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi sosial dinilai mampu mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Ia menyebut kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang sedang berupaya membangun kembali kehidupan mereka. Pemerintah berharap pembangunan seluruh hunian tetap di Aceh Tamiang dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat segera menempati rumah yang aman, layak huni, dan memiliki kepastian hukum. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Website |  + posts